Tempat/Tanggal lahir : LUBUK SIKAPING, 04 JULI 1988
Alamat : JL. H.AGUSALIM NO. 52Lubuk Sikaping
Pekerjaan : T.U SMP N I LUBUKSIKAPING
No. HP : 085965897628
PENTINGNYA PENINGKATAN ADMINISTRASI SEKOLAH DAN KURANGNYA KESADARAN DARI WARGA SEKOLAH DALAM PELAKSANAAN TERTIP ADMINISTRASI PENATAAN LINGKUNGAN SEKOLAH
Oleh: MEGA PUSPITA DEWI
MAKALAH INI SEBAGAI DARI KEGIATAN PELATIHAN JARDIKNAS 2007 YANG DISELENGARAKAN DI SMK NEGERI I LUBUKSIKAPING
PENDAHULUAN
Tantangan yang dihadapi pada saat ini, era globalisasi dan era reformasi, sangat nyata sekali khususnya dalam dunia pendidikan. Guna mengantisipasi hal tersebut dan seiring dengan paradigma baru era otonomi daerah, desentralisasi di bidang pendidikan mulai dilaksanakan, bahkan dalam penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah telah diserahkan sampai ke tingkat sekolah melalui penerapan konsep Manajemen Berbasis Sekolah (MBS).
MAKALAH INI SEBAGAI DARI KEGIATAN PELATIHAN JARDIKNAS 2007 YANG DISELENGARAKAN DI SMK NEGERI I LUBUKSIKAPING
PENDAHULUAN
Tantangan yang dihadapi pada saat ini, era globalisasi dan era reformasi, sangat nyata sekali khususnya dalam dunia pendidikan. Guna mengantisipasi hal tersebut dan seiring dengan paradigma baru era otonomi daerah, desentralisasi di bidang pendidikan mulai dilaksanakan, bahkan dalam penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah telah diserahkan sampai ke tingkat sekolah melalui penerapan konsep Manajemen Berbasis Sekolah (MBS).
Sehingga peningkatan mutu merupakan tanggung jawab sepenuhnya seluruh komponen sekolah. Kebijakan pendidikan baik administratif maupun edukatif yang cenderung sentralistik membatasi ruang gerak pengembangan sekolah. Konsep manajemen Berbasis Sekolah adalah suatu perubahan paradigma peningkatan mutu melalui pemberian otonomi atau kemandirian kepada sekolah untuk mengambil keputusan partisipatif yang melibatkan seluruh warga sekolah sesuia dengan standar mutu pelayanan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah propinsi maupun Pemerintah Kota.
Demikian pula dengan pengembangan kurikulum, tidak lagi merupakan Kurikulum yang telah jadi dalam bentuk Garis – garis Besar Program Pengajaran tetapi sekolah dapat mengembangkan kurikulum sendiri dengan menyusun silabus dan menetapkan standar penilaian dengan mengacu kepada kemampuan / kompetensi dasar pada setiap jenjang pendidikan yang telah ditetapkan dalam Kurikulum Nasional.
Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) adalah model pengelolaan yang bertujuan untuk meningkatkan mutu. Tidak hanya mutu lulusan yang diwujudkan dalam bentuk prestasi belajar, melainkan juga mutu pelayanan yang diberikan sekolah, mutu proses pembelajaran, mutu masukan dan lain-lain.
Dalam rangka menyongsong diberlakukannya kurikulum dan sistim penilaian berbasis kompetensi . maka seluruh warga sekolah sudah siap melaksanakannya. Seluruh guru dan karyawan di SMP Negeri 1 Lubuksikaping sudah memiliki persepsi dan pemahaman yang sama tentang Kurikulum dan Sistem Penilaian Berbasis Kompetensi (KSPBK). Oleh karena itu, Program Kerja Sekolah yang disusun telah berorientasi pada persiapan pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi dengan telah menyelenggarakan pelatihan di sekolah (In House Training).
Memberikan kesempatan kepada guru untuk mengikuti seminar atau pelatihan di luar maupun studi banding ke sekolah yang telah menyelenggarakan Kurikulum Berbasis Komptensi.. Kegiatan – kegiatan tersebut dimaksudkan agar dalam pelaksanaan KBK, baik dalam penyusunan dan pengembangan silabus mata pelajaran dapat mengintegrasikan BBE Life skill (Pendidikan yang berbasis luas dan kecakapan hidup) dan imtak (Iman dan taqwa) sehingga dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran siswa. Pada Tahun Pelajaran 2007– 2008SMP Negeri 1 Lubuksikaping telah siap melaksanakan Kurikulum 2008 yang berorientasi pada Kurikulum Berbasis Kompetensi.
Memberikan kesempatan kepada guru untuk mengikuti seminar atau pelatihan di luar maupun studi banding ke sekolah yang telah menyelenggarakan Kurikulum Berbasis Komptensi.. Kegiatan – kegiatan tersebut dimaksudkan agar dalam pelaksanaan KBK, baik dalam penyusunan dan pengembangan silabus mata pelajaran dapat mengintegrasikan BBE Life skill (Pendidikan yang berbasis luas dan kecakapan hidup) dan imtak (Iman dan taqwa) sehingga dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran siswa. Pada Tahun Pelajaran 2007– 2008SMP Negeri 1 Lubuksikaping telah siap melaksanakan Kurikulum 2008 yang berorientasi pada Kurikulum Berbasis Kompetensi.
Seluruh perangkat, personil dan komponen lainnya telah siap untuk melaksanakan Kurikulum 2008. Segala bentuk persiapan menyangkut guru yang akan melaksanakan Kurikulum telah siap dengan segala perangkatnya mulai dari Silabus dan Sistem Penilaian, Pedoman Pengajaran dan Pembelajaran sampai ke tingkat persiapan secara fisik dan mental. Hal ini dilakukan karena Kurikulum 2007 yang berorientasi pada Kurikulum Berbasis Komptensi berbeda dengan Kurikulum 1994. Demikian pula dengan sarana dan prasarana sedang dibenahi dan dalam taraf penyelesaian. Segala Kekurangan dan Kelemahan mulai dibenahi
VISI NUANSA RELIGI PENUH PRESTASI, SUASANA SINERI KAYA INOVASI MISI
(1) Meningkatkan iman, ilmu dan amal
(2) Membina kepribadian dan budi pekerti
(3) Mewujudkan kultur sekolah yang kondusif
(4) Mengembangkan kecerdasan dan keterampilan
(5) Menampilkan semangat kerja dan semangat belajar yang tingi
(6) Mewujudkan sekolah sebagai wawasan wiyatamandala
TUJUAN SEKOLAH
Mengembangkan sekolah sebagai pusat kebudayaan, pembaharuan dan perubahan.Mengembangkan kemampuan dan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa, berilmu dan berakhlaq mulia.Memberikan ketrampilan dan kecakapan hidup kepada peserta didik agar menjadi manusia yang cakap, kreatif, disiplin, mandiri dan memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi.
Mempersiapkan peserta didik agar memiliki Kemampuan dasar Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) untuk melanjutkan ke perguruan tinggi yang mempersyaratkan penguasaan MIPA.Mempersiapkan peserta didik agar memiliki Kemampuan dasar Ilmu Sosial (IS) untuk melanjutkan ke perguruan tinggi yang mempersyaratkan penguasaan IS.Memberikan bekal Kemampuan dasar bidang keterampilan/teknologi yang dapat dikembangkan untuk bekal hidup di masyarakat.Memberikan bekal kemampuan dasar Humaniora dan agama untuk mengembangkan sikap dan nilai hidup bersama
IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA YANG DIHADAPI SEKOLAH.
Sasaran Tahun 2007 – 2008 Tantangan Nyata
1. Peningkatan mutu kegiatan KBM yang efektif dan mencapai sasaran yang diharapkan sesuai dengan visi, misi dan Tujuan Sekolah Kegiatan KBM belum efektif dan belum mencapai sasaran dan target yang diharapkan
2. Peningkatan kedisplinan siswa dan guru Faktor eksternal dan internal dari siswa dan guru menghambat peningkatan kedisiplinan.
3. Peningkatan tertib administrasi sekolah Kurangnya tingkat kesadaran dari warga sekolah dalam pelaksanaan tertib administrasi.
4. Penataan lingkungan sekolah yang rapih, bersih dan teratur - Kurangnya kesadaran dari warga sekolah untuk menjaga kebersihan dan kerapihan - faktor lingkungan di sekitar sekolah yang tidak mendukung.
5. Penambahan ruang belajar - Kurang dukungan dana baik dari Pemerintah maupun peran serta sekolah.
6. Peningkatan hasil prestasi belajar dan mutu lulusan - Belum meningkatnya motivasi belajar siswa - Kurangnya kesadaran guru untuk meningkatkan kemampuan profesionalisme.
7. Peningkatan Prestasi non akademis (Kesenian dan Olah raga) dan penggalian bakat dan potensi siswa - Sarana dan prasarana pendukung sangat minim sekali - Peranan BP / BK yang kurang dalam menggali bakat dan potensi siswa.
8. Peningkatan jumlah siswa / lulusan yang diterima di perguruan tinggi negeri - Kurangnya motivasi siswa untuk melanjutkan ke Perguruan tinggi - Jumlah siswa yang melanjutkan ke perguruan tinggi cenderung tidak ada peningkatan.
SASARAN / TUJUAN SITUASIONAL SEKOLAH
Aspek Peningkatan Manajemen Sekolah .Perbaikan sistem dan tata kerja untuk meningkatkan kinerja guru dan pegawai.Pemberdayaan institusi yang ada di sekolah guna meningkatkan iman, ilmu dan amal.
Optimalisasi sumber daya yang ada di sekolah guna meningkatkan prestasi.Pengembangan sekolah sebagai pusat kebudayaan, pembaharuan dan perubahan.Aspek Pengembangan Kurikulum dan Sistem Pengujian .Pemberdayaan diklat/ penataran/ MGMP.Mengikutsertakan guru dalam kegiatan MGMP, seminar dan penataran-penataran.Penambahan dan pengadaan fasilitas sumber belajar yang memiliki relevansi dengan peningkatan mutu pembelajaran.
Memadukan konsep IMTAQ kedalam proses pembelajaran.
Meningkatkan mutu kegiatan belajar mengajar melalui penerapan hasil diklat/ penerapan dalam KBM secara tepat guna dan berhasil guna.Meningkatkan kemampuan personil untuk peningkatan tertib administrasi sekolah mulai dari penyusunan program, pelaksanaan dan evaluasi program.Meningkatkan hasil Prestasi belajar siswa / kualitas lulusan dengan meningkatkan nilai akhir ujian.Bimbingan bagi siswa yang akan melanjutkan ke Perguruan tinggi.Pelaksanaan Kurikulum 2008 yang berorientasi pada Program Kurikulum berbasis Kompetensi.Meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dan komputer siswa SMP Negeri 1 Lubuksikaping.
Meningkatkan mutu kegiatan belajar mengajar melalui penerapan hasil diklat/ penerapan dalam KBM secara tepat guna dan berhasil guna.Meningkatkan kemampuan personil untuk peningkatan tertib administrasi sekolah mulai dari penyusunan program, pelaksanaan dan evaluasi program.Meningkatkan hasil Prestasi belajar siswa / kualitas lulusan dengan meningkatkan nilai akhir ujian.Bimbingan bagi siswa yang akan melanjutkan ke Perguruan tinggi.Pelaksanaan Kurikulum 2008 yang berorientasi pada Program Kurikulum berbasis Kompetensi.Meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dan komputer siswa SMP Negeri 1 Lubuksikaping.
Aspek Pembinaan Kesiswaan Meningkatkan kehidupan akademis di sekolah yang penuh dengan keimanan dan ketaqwaan.Memasyarakatkan tata tertib siswa sebagai ketentuan yana mengatur hal-hal yang boleh dilakukan dan hal-hal yang dilarang serta sanksi yang dikenakan apabila melakukan pelanggaran.
Mengintensifkan pembinaan kesiswaan.
Mengintensifkan pembinaan kesiswaan.
Meningkatkan budaya tertib, budaya bersih dan budaya belajar dikalangan siswa dan guru.Meningkatkan prestasi kesenian dan olah raga.Aspek Pengembangan Fasilitas / Sarana dan Prasarana .Pemeliharaan fasilitas sarana dan prasarana sekolah .Penambahan ruang belajar .Efektiftas dan efesiensi penggunaan fasilitas dan sarana dan prasarana sekolah .Pengembangan fasilitas sekolah guna menunjang peningkatan mutu.Penataan lingkungan guna penciptaan suasana belajar yang tenang, nyaman dan bersih.Aspek Pengembangan Ketenagaan / Personalia .Menampilkan sikap keteladanan guru guna meningkatkan disiplin sekolah.Mengembangkan kreatifitas pendidik dan peserta didik guna mengembangkan inovasi.Pembinaan secara teratur melalui kegiatan supervise.Memberikan kesempatan dan motivasi kepada tenaga kependidikan yang ingin melanjutkan pendidikan.
Menampilkan sikap keteladanan kepala sekolah, guru dan karyawan agar menjadi panutan siswa.Meningkatkan kedisiplinan siswa dan guru.
Aspek Lainnya.Peningkatan hubungan dengan masyarakat melalui pemberdayaan Komite Sekolah.Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berperan serta dalam pengembangan mutu SMP Negeri 1 Lubuksikaping.Turut serta dalam kegiatan – kegiatankemasyarakatan di lingkungan sekitar (1) Menjalin kerjasama dan hubungan yang harmonis dengan instansi terkait baik instansi vertikal maupun instansi koordinasi
Aspek Lainnya.Peningkatan hubungan dengan masyarakat melalui pemberdayaan Komite Sekolah.Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berperan serta dalam pengembangan mutu SMP Negeri 1 Lubuksikaping.Turut serta dalam kegiatan – kegiatankemasyarakatan di lingkungan sekitar (1) Menjalin kerjasama dan hubungan yang harmonis dengan instansi terkait baik instansi vertikal maupun instansi koordinasi
IDENTIFIKASI FUNGSI-FUNGSI SASARAN FUNGSI FAKTOR INTERNAL FAKTOR EKSTERNAL
Fungsi Proses Belajar Mengajar,Metode Pembelajaran,Kemampuan guru,Motivasi siswa dalam belajar,Jumlah buku pegangan,Waktu efektif,Tingkat kehadiran guru di kelas. Fungsi peningkatan mutu Kegiatan Belajar Bengajar.Peningkatan Mutu dan kualitas lulusan (output),Mengaktifkan MGMP Sekolah,Menggunakan media pembelajaran.
Diversifikasi metode pembelajaran efektif,Belajar tepat waktu,Kondisi guru,Pendidikan guru,Kesetaraan Ijazah.Latar belakang siswa,Motivasi orang tua,Lingkungan,Kompetisi guru,Peningkatan profesionalisme,Masa kerja.
Peningkatan Pembinaan Kesiswaan,Peningkatan kehidupan akademis di sekolah yang penuh dengan keimanan dan ketaqwaan,Pemasyarakatan tata tertib sekolah,Peningkatan budaya tertib, budaya bersih dan budaya belajar,Meningkatkan prestasi dan kegiatan ekstra kurikuler kesenian dan olah raga.Peningkatan Sarana dan Prasarana Belajar. Pemeliharaan fasilitas sarana dan prasarana sekolah yang sudah ada.Efektiftas dan efesiensi penggunaan fasilitas dan sarana dan prasarana sekolah.Penataan lingkungan,Penambahan ruang belajar,Peran serta orang tua siswa dalam pengadaan sarana dan prasarana sekolah.Peran serta pemerintah pengadaan sarana dan prasarana sekolah Peran serta masyarakat melalui Komite Sekolah dalam mendukung pengadaan sarana dan prasarana sekolah .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar